The Blog

Banda Aceh,kabardaily.com – Mahasiswi ISBI Aceh angkatan 2020 jurusan Seni Rupa dan Desai prodi Kriya Seni, Ulaiya Uzrina melakukan observasi lapangan di kota Banda Aceh yang bertempatan pada Festival Pekan Kebudayaan Aceh atau dikenal dengan PKA yang berlokasi di Taman Safiatuddin Kota Banda Aceh. PKA ini sudah merupakan Festival kebudayaan aceh yang hanya digelar hanya 4 tahun sekali, festival ini merupakan yang ke 8 diadakan.

Pada acara tersebut banyak dipamerkan berbagai kebudayaan masyarakat Aceh sesuai dengan daerahnya, tema dari acara ini adalah rempah – rempah. dalam setiap anjungan dipamerkan berbagai alat masak tradisional, rumah adat serta barang barang seni khas dari daerah Aceh, pada kesempatan ini Mahasiswa ISBI Aceh melakukan observasi lapangan sebagai upaya memenuhi tugas matakuliah Kuratorial dengan dosen pengampu Ichsan, M. Sn.

Pada mata kuliah ini mahasiswa dituntut untuk observasi langsung mengenai kuratorial atau pemandu anjungan pada acara PKA yang ke 8 tersebut, jadi salah Satu mahasiswi mengunjungi anjungan Aceh Tengah yang bertempat di taman Safiyatuddin.

Pada anjungan ini mahasiswa disorotkan dengan bentuk khas dari replika rumah adat tradisional yang berbentuk panggung dan berbagai ukiran bentuk motif khas Aceh Tengah.

Dalam anjungan tersebut dipamerkan berbagai ragam bentuk rempah rempah yang di display sedemikian rupa seolah olah kita dapat merasakan kembali suasana khas pedesaan masyarakat Aceh Tengah, ditambah lagi aroma yang dikeluarkan oleh berbagai jenis rempah serta alunan musik khas Aceh tengah menjadikan suasana anjungan tersebut mampu membuat siapa saja terkesima.
Sebelum memasuki kedalam rumah para tamu diharuskan untuk mengisi buku tamu sebagai tanda bahwa kita pernah mengunjungi anjungan tersebut. Ketika memasuki anjungan terdapat empat orang kurator atau pemandu yang bertugas untuk memandu tamu yang mengunjungi anjungan tersebut, para pemandu sangat ramah terhadap pengunjung serta sangat lancar dalam menjelaskan benda benda yang dipamerkan dalam anjungan, salah satu Mahasiswa ISBI Aceh berkesempatan bertanya kepada pemandu mengenai alat apa saja yang terdapat dalam rumah tersebut, pemandu sangan jelas menerangkan setiap benda yang ada pada anjungan tersebut seperti alat menenun tradisional yang ditunjukkan dari awal pembuatan benang sampai proses penenungan, berbagai baju tradisional, alat musik serta rempah rempah.

Anjungan Aceh Tengah sangat bagus dalam mendisplay karna pada setiap benda terdapat keterangn yang ditulis sangat jelas dan lugas, sehingga para pengunjung paham benda apa saja yang terdapat dalam rumah tersebut dan kegunaanya, salah satu keterangan yang dibuat seperti rempah lada yang berkhasiat untuk melancarkan urin, mangatasi gangguan kulit, seperti kusta dan eksim, dapat mengeluarkan dahak, menikatkan silkurasi darah, mengobati reumatik dll. selain itu juga terdapat beberapa keterangan mengenai sejarah rempah, macam macam obat obatan alami, rempah dalam cermin budaya Gayo, berbagai alat masak dapur, berbagai hasil alam serta tempat untuk melakukan tradisi perkawinan masyarakat Aceh Tengah dengan berbagai simbol filosofi daerahnya.

Dari hasil observasi ini mahasiswa ISBI Aceh menjadi lebih paham mengenai cara mengelola ruang untuk ajang pamer dan kinerja kepanitiaan dan kekuratoran serta pendisplay sebuah karya atau benda seni memerlukan beberapa tips dan trik agar sebuah ajang pamer seperti di PKA yang ke 8 berjalan dengan baik, dari hasil observasi ini menjadikan para mahasiswa punya pengalaman lebih.[ ulaiya Uzrina]